• (0251) 8616655
  • prodi.hes@sebi.ac.id
  • Bojong sari, Depok, Jawa Barat
Lulus Kuliah Cuma Dapat Gelar S.H.? Sebenarnya, Kamu Bisa Bangun Empat Kompetensi Profesi Sekaligus Sejak di Bangku Kuliah

Lulus Kuliah Cuma Dapat Gelar S.H.? Sebenarnya, Kamu Bisa Bangun Empat Kompetensi Profesi Sekaligus Sejak di Bangku Kuliah

DEPOK – Mendapatkan gelar Sarjana Hukum (S.H.) tentu menjadi salah satu pencapaian penting setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Namun, di tengah dunia kerja yang semakin kompetitif, gelar akademik saja sering kali perlu dilengkapi dengan kompetensi praktis yang benar-benar bisa digunakan di lapangan. Karena itu, mahasiswa hari ini tidak cukup hanya bertanya,

“Nanti saya dapat gelar apa?”

Pertanyaan yang tak kalah penting adalah:

“Setelah lulus, saya bisa apa?”

Semangat inilah yang terus dikembangkan di Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) SEBI. Mahasiswa tidak hanya dibekali teori hukum dan ekonomi syariah, tetapi juga diarahkan untuk membangun kompetensi praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia profesional.

Menariknya, melalui pendekatan pembelajaran yang terintegrasi, mahasiswa HES SEBI memiliki kesempatan untuk mengembangkan empat kompetensi profesi yang dapat menjadi nilai tambah dalam portofolio karier.

Bukan Sekadar Gelar, Tapi Kompetensi yang Bisa Dipakai

Selama ini, sebagian mahasiswa hukum baru memikirkan sertifikasi profesi setelah lulus.

Padahal, materi dasar untuk menuju kompetensi tertentu sebenarnya sudah bisa dipelajari sejak bangku kuliah.

HES SEBI mencoba mendekatkan dua hal tersebut: pembelajaran akademik dan kebutuhan kompetensi profesi.

Kurikulum HES 2025 sendiri memuat mata kuliah yang cukup spesifik dan dekat dengan kebutuhan praktik, seperti Legal dan Contract Drafting Syariah, Tata Kelola dan Kepatuhan Syariah, Legal Audit dan Opini Syariah, serta Arbitrase dan APS Syariah.

Jadi, bayangannya bukan lagi => kuliah → lulus → baru belajar profesi.

Tetapi lebih ke=> kuliah → kuasai fondasinya → ambil pelatihan/asesmen sertifikasi → bangun portofolio.

Lalu, seperti apa praktiknya?

1. Mau Jadi Contract Drafter (C.C.D)? Mulai dari Kelas Kontrak

Salah satu kompetensi yang menarik bagi mahasiswa yang ingin masuk ke dunia legal corporate, legal officer, maupun bisnis adalah Contract Drafting.

Di HES SEBI, fondasinya sudah dibangun melalui beberapa mata kuliah yang saling berkaitan, antara lain:

Hukum Dagang dan Bisnis Syariah → Hukum Kontrak dan Perikatan Syariah → Legal dan Contract Drafting Syariah.

Setelah memiliki fondasi tersebut, mahasiswa yang ingin mendalami jalur Certified Contract Drafter (C.C.D.) dapat melanjutkan ke pelatihan dan proses sertifikasi sesuai persyaratan lembaga penyelenggara.

Jadi, bukan mulai dari nol.

Mahasiswa sudah lebih dulu mengenal dunia kontrak dari sisi hukum, bisnis, dan syariah, kemudian memperkuatnya melalui kompetensi profesi.

Kuliah dulu, bangun fondasi, lalu sertifikasi.

2. Tertarik Legal Compliance (C.L.A) ? Ada Jalurnya

Dunia bisnis modern tidak hanya membutuhkan orang yang bisa membuat kontrak.

Perusahaan juga membutuhkan orang yang mampu memastikan kegiatan bisnis mereka patuh terhadap hukum dan regulasi.

Di sinilah kompetensi Legal Auditor dan Legal Compliance menjadi menarik.

HES SEBI memiliki fondasi yang sangat dekat dengan bidang tersebut diantaranya melalui mata kuliah:

Tata Kelola dan Kepatuhan Syariah → Legal Audit dan Opini Syariah → Hukum dan Regulasi Halal.

Setelah memperoleh pemahaman tersebut, mahasiswa yang tertarik dapat melanjutkan ke pelatihan dan sertifikasi Certified Legal Auditor (C.L.A.) sesuai ketentuan penyelenggara.

Dengan demikian, sertifikasi bukan berdiri sendiri.

Ia menjadi kelanjutan dari kompetensi yang sudah dibangun selama kuliah.

3. Suka Menyelesaikan Konflik (C.Me) ? Coba Jalur Mediator

Tidak semua persoalan bisnis harus berakhir di pengadilan.

Kemampuan melakukan negosiasi, mediasi, dan penyelesaian sengketa menjadi semakin relevan dalam dunia profesional.

Di HES SEBI, mahasiswa mendapatkan bekal melalui beberapa mata kuliah yang mendukung kompetensi tersebut, seperti:

Hukum Perdata → Hukum Acara Perdata → Arbitrase dan APS Syariah.

Setelah fondasi akademiknya terbentuk, mahasiswa yang tertarik dapat mengikuti jalur pelatihan dan sertifikasi Mediator (C.Me.) sesuai persyaratan lembaga terkait.

Jadi, mahasiswa tidak hanya belajar:

“Apa hukumnya?”

Tetapi juga belajar:

“Bagaimana sengketa itu diselesaikan?”

Ini yang membuat pengalaman belajar menjadi lebih dekat dengan dunia praktik.

4. Tertarik Regulasi dan Pemerintahan (C.L.D) ? Ada Jalur Legislative Drafting

Bagi yang punya ketertarikan pada pemerintahan, kebijakan publik, dan regulasi, kemampuan menyusun rancangan peraturan juga bisa menjadi kompetensi yang menarik.

Fondasinya dapat diperkuat diantaranya melalui mata kuliah seperti:

Pengantar Ilmu Hukum → Sistem Hukum di Indonesia → Hukum Tata Negara dan Siyasah Syari’yyah, ditambah wawasan Pancasila dan Kewarganegaraan pada tahap lanjut.

Setelah memahami dasar sistem hukum dan tata negara tersebut, mahasiswa dapat melanjutkan pengembangan kompetensi melalui pelatihan dan asesmen Legislative Drafter (C.L.D.) sesuai persyaratan yang berlaku.

Dengan begitu, mahasiswa yang tertarik dengan dunia regulasi memiliki jalur pengembangan kompetensi yang lebih jelas.

Jadi, Kapan Sertifikasinya?

Nah, ini yang menarik.

Mahasiswa tidak harus menunggu sampai wisuda untuk mulai memikirkan kompetensi profesi.

Pola sederhananya bisa seperti ini:

📚 Kuasai mata kuliah terkait → 🎯 pilih kompetensi yang diminati → 📝 ikut pelatihan → 🏅 mengikuti asesmen/sertifikasi → 💼 bangun portofolio.

Artinya, masa kuliah tidak hanya digunakan untuk mengumpulkan SKS. Tetapi juga untuk mengumpulkan kompetensi.

Dan tentu saja, sertifikasi profesi tetap mengikuti persyaratan, mekanisme asesmen, serta ketentuan lembaga sertifikasi atau penyelenggara yang bersangkutan.

Bayangkan CV-mu Nanti

Setelah lulus, kamu tentu membawa gelar S.H., C.C.D., C.L.A., C.Me., C.L.D

Gelar-gelar tersebut tidak hanya menjadi identitas akademik dan profesional, tetapi juga mencerminkan kompetensi yang telah kamu bangun selama proses pembelajaran. Setiap sertifikasi melengkapi fondasi keilmuan hukum dengan keterampilan praktis di bidang-bidang yang relevan, sehingga kamu memiliki bekal yang lebih kuat untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan karier sesuai bidang yang ingin ditekuni.

Inilah kombinasi antara gelar, kompetensi, dan kesiapan profesional yang ingin dibangun..

Kuliah yang Menyiapkan Kamu Lebih dari Sekadar Lulus

Pada akhirnya, memilih program studi bukan hanya soal mencari kampus untuk mendapatkan ijazah.

Lebih penting lagi adalah mencari lingkungan belajar yang membantu kamu menjawab pertanyaan:

“Setelah lulus nanti, saya siap melakukan apa?”

Di Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) SEBI, mahasiswa mempelajari hukum yang terhubung dengan ekonomi, bisnis, keuangan, kepatuhan, kontrak, penyelesaian sengketa, hingga regulasi. Struktur Kurikulum HES 2025 menunjukkan pendekatan tersebut secara nyata melalui mata kuliah yang semakin spesifik pada semester lanjut.

Jadi, jangan hanya bayangkan gelar apa yang akan kamu pakai setelah wisuda.

Bayangkan juga:

kompetensi apa yang akan kamu bawa ketika memasuki dunia profesional.

Ayo, Gabung di Prodi Hukum Ekonomi Syariah SEBI

Bayangkan betapa menonjolnya CV kamu di mata HRD perusahaan impian saat namamu tertulis lengkap: [Nama Kamu], S.H., C.C.D., C.L.A., C.Me., C.L.D. Kamu akan langsung melangkah beberapa langkah lebih maju dibanding lulusan hukum lainnya.

Pendaftaran Mahasiswa Baru Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) STEI SEBI saat ini telah resmi dibuka. Kuota kelas interaktif ini sangat terbatas. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, amankan kursimu sekarang juga, borong gelar profesinya, dan bersiaplah menjadi pakar hukum ekonomi syariah masa depan yang multi-talenta!

Belajar hukumnya. Memahami ekonominya. Membangun kompetensinya.

Yuk, bergabung di Prodi HES SEBI dan mulai siapkan masa depanmu sejak masih di bangku kuliah.

AYOOO BURUAN DAFTAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *