Di Balik Palu Hakim, Saya Belajar Arti Ketelitian
Enam bulan di Pengadilan Negeri Siak mengubah rasa penasaran Rama Haffi Maula menjadi keyakinan untuk meniti karier di dunia hukum.
“Selama magang ini mengubah cara pandang saya terhadap dunia kerja.”
Banyak orang mengenal pengadilan sebagai tempat hakim membacakan putusan. Namun, hanya sedikit yang melihat bagaimana ribuan lembar dokumen, administrasi perkara, dan proses hukum dikelola sebelum sebuah perkara diputus di ruang sidang.
Selama enam bulan menjalani program MBKM di Pengadilan Negeri Siak Sri Indrapura, Rama Haffi Maula justru belajar bahwa keadilan tidak hanya dibangun di ruang persidangan, tetapi juga melalui ketelitian dalam setiap proses administrasi yang mendukungnya.
Memilih Tantangan di Luar Zona Nyaman
Sebagai mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Rama menyadari bahwa magang di Pengadilan Negeri merupakan pengalaman yang berbeda dari bidang yang selama ini dipelajarinya di bangku kuliah.
Namun, justru perbedaan itulah yang membuatnya tertarik.
“Menurut saya magang di Pengadilan Negeri Siak merupakan tantangan dan banyak hal baru yang akan didapatkan karena sangat beda jauh dengan jurusan yang saya jalanin saat ini yaitu Hukum Ekonomi Syariah,” ujarnya.
Ia percaya bahwa keluar dari zona nyaman akan membuka wawasan baru.
“Dengan magang di Pengadilan Negeri Siak saya mendapatkan pengalaman dan wawasan baru, membuka keinginan saya lebih dalam untuk turun ke dunia hukum.”
Dari Meja Pelayanan Hingga Berkas Persidangan

Selama enam bulan magang, Rama merasakan pengalaman bekerja di dua unit yang berbeda.
Tiga bulan pertama ia bertugas di Kesekretariatan, tepatnya di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Di sana ia menerima surat masuk dan surat keluar, melakukan pencatatan melalui sistem Simetri dan PTSP Smart, serta membantu proses disposisi sebelum dokumen diteruskan kepada Ketua Pengadilan Negeri.
Memasuki tiga bulan berikutnya, ia ditempatkan di bagian Kepaniteraan.
Di bagian Perdata, Rama membantu menangani perkara yang masuk melalui e-Court, menyusun penetapan hakim, hingga melakukan pencatatan register induk perkara.
Sementara di bagian Pidana, ia ikut membantu proses pemindaian berkas untuk kebutuhan banding dan kasasi, menyusun penetapan perpanjangan penahanan, hingga menyiapkan berkas perkara yang telah selesai diminutasi.
Di antara berbagai tugas tersebut, ada satu pekerjaan yang paling berkesan baginya.
“Saya paling suka apabila diberi tugas yang berkaitan dengan Panitera Pengganti seperti membantu membuat Berita Acara Sidang, membuat penetapan perpanjangan penahanan, dan menjahit berkas perkara pidana yang sudah minutasi.”
Belajar Bahwa Ketelitian Adalah Bagian dari Keadilan
Bekerja di lingkungan pengadilan membuat Rama memahami bahwa kesalahan sekecil apa pun dapat berdampak besar terhadap proses hukum.
Pengalaman itulah yang menurutnya paling membentuk dirinya selama magang.
“Di sini saya dilatih untuk lebih teliti dalam segala hal yang saya lakukan.”
Ia menyadari bahwa setiap dokumen hukum harus disusun dengan cermat dan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
“Membuat penetapan penahanan ketua dan hakim harus sesuai dengan pasal yang berlaku.”
Tidak hanya keterampilan teknis, lingkungan kerja di pengadilan juga membentuk karakter profesionalnya.
“Membuat saya lebih disiplin dan berwibawa seperti yang diajarkan oleh para hakim dan pegawai.”
Ketika Praktik Sidang Semu Menjadi Bekal di Dunia Nyata
Rama merasakan bahwa apa yang dipelajari di kampus tidak berhenti sebagai teori.
Beberapa mata kuliah justru menjadi bekal penting ketika harus memahami proses kerja di pengadilan.
“Ilmu yang saya peroleh dari kuliah yang bisa membantu saya adalah Hukum Acara Pidana dan Perdata membantu saya memahami sebagai dasar dalam memahami kerja di pengadilan negeri.”
Pengalaman praktik di kampus juga memberikan gambaran awal mengenai proses persidangan.
“Apalagi dengan adanya praktik sidang semu di kampus menjadi dasar bagi saya mengetahui alur persidangan walaupun ada juga yang berbeda dengan aslinya.”
Baginya, pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana pembelajaran di kelas dapat menjadi fondasi sebelum menghadapi praktik hukum secara langsung.
Enam Bulan yang Mengubah Cara Pandang
Lebih dari sekadar memperoleh pengalaman kerja, magang di Pengadilan Negeri Siak mengubah cara Rama memandang masa depannya.
“Selama magang ini mengubah cara pandang saya terhadap dunia kerja.”

Dukungan dari para hakim dan pegawai membuatnya semakin percaya diri untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
“Saya di sini seperti lebih diarahkan oleh para hakim dan pegawai kedepannya untuk mencoba hal ini, hal itu dan lainnya.”
Pengalaman tersebut menumbuhkan motivasi baru.
“Ini membuat saya menjadi semangat dan ingin terus mengasah skill untuk bisa mengikuti semua tes yang ada nanti salah satunya CPNS Cakim.”
“Berani Mencoba Tempat yang Baru”
Menutup perbincangan, Rama memberikan pesan kepada mahasiswa HES yang akan menjalani program magang.
“Berani lah mencoba untuk magang di tempat yang baru, karena ada banyak hal baru yang bisa didapatkan dalam hal pengalaman dan skill.”
Menurutnya, rasa ingin tahu merupakan modal utama selama menjalani dunia kerja.
“Selama magang jangan pernah mengeluh atas kerjaan yang diberikan, tumbuhkan rasa ingin tahu yang dalam di dalam diri kamu, agar bisa menambah wawasan.”
Ia juga mengingatkan bahwa membangun hubungan baik sama pentingnya dengan membangun kompetensi.
“Jangan lupa membangun komunikasi dan silaturahmi yang baik antara sesama pegawai, mana tau dengan silaturahmi bisa membantu di kemudian hari.”
Bagi Rama, enam bulan di Pengadilan Negeri Siak bukan hanya tentang belajar prosedur hukum. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi titik awal untuk membangun karakter, profesionalisme, dan keyakinan bahwa dunia hukum adalah jalan yang ingin terus ia tempuh.
Internship Snapshot
| 👨🎓 Student | Rama Haffi Maula |
| 🎓 Program Studi | Hukum Ekonomi Syariah – IAI SEBI |
| 📅 Angkatan | 2023 |
| 🏛 Host Institution | Pengadilan Negeri Siak Sri Indrapura (Kelas II B) |
| ⏳ Duration | 6 Bulan |
| 👨⚖️ Division | Kesekretariatan (PTSP) & Kepaniteraan (Perdata dan Pidana) |
| 🎯 Key Responsibilities | Administrasi PTSP, pengelolaan perkara e-Court, penyusunan penetapan, Berita Acara Sidang, administrasi perkara pidana dan perdata |
| 💡 What I Learned | Ketelitian, disiplin, dan pemahaman hukum acara merupakan fondasi penting dalam mendukung proses peradilan yang profesional. |
