• (0251) 8616655
  • prodi.hes@sebi.ac.id
  • Bojong sari, Depok, Jawa Barat
Jangan Sampai FOMO Pas Pilih Jurusan! Bisa Jadi yang Lagi Viral Belum Tentu Cocok Buat Kamu

Jangan Sampai FOMO Pas Pilih Jurusan! Bisa Jadi yang Lagi Viral Belum Tentu Cocok Buat Kamu

Bingung pilih jurusan kuliah? Jangan sampai FOMO menentukan masa depanmu. Kenali alasan kenapa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) IAI SEBI bisa jadi pilihan yang tepat di era ekonomi syariah dan digital.

“Teman Daftar Itu, Aku Ikut Aja Deh…”

Coba jujur…. Pernah nggak kamu kepikiran memilih jurusan hanya karena banyak teman yang daftar ke sana? Atau mungkin karena jurusan itu lagi viral di media sosial? Banyak konten “day in my life”, peluang gajinya terlihat fantastis, atau katanya lulusannya gampang dapat kerja.

Kalau iya, kamu nggak sendirian.

Setiap musim penerimaan mahasiswa baru, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) selalu muncul. Timeline media sosial dipenuhi pengumuman lolos SNBT, cerita perjuangan masuk kampus impian, sampai video “POV jadi mahasiswa jurusan X”. Tanpa sadar, semua itu bisa membuat kita merasa harus mengikuti pilihan orang lain.

Maksain FOMO daftar prodi gaib cuma demi validasi sirkel toxic yang aslinya muka dua, pas lolos dan tagihan UKT keluar nominalnya malah ngajak baku hantam sampai bikin sekeluarga jantungan, ujung-ujungnya baru realistis gak daftar ulang sambil nangis darah karena sadar gak bakal kuat kuliah di situ, alhasil sekarang cuma bisa mental breakdown brutal tiap malem nontonin SG mereka yang lagi ospek, sambil nahan sesak tiap kali ngelihat muka layu orang tua yang diam-diam ngerasa gagal karena gak mampu bayar ambisi kosong anaknya.

Padahal, memilih jurusan bukan soal ikut tren. Ini adalah keputusan yang akan memengaruhi proses belajarmu selama empat tahun, bahkan bisa menentukan arah karier setelah lulus.

Makanya, sebelum menekan tombol “daftar”, ada baiknya kamu berhenti sebentar dan bertanya kepada diri sendiri.

Apakah aku benar-benar memilih karena ingin belajar di bidang ini, atau hanya takut ketinggalan?

Jurusan Populer Belum Tentu Jurusan yang Tepat

Tidak ada jurusan yang jelek. Begitu juga, tidak ada jurusan yang otomatis menjamin masa depan cerah. Yang membuat seseorang sukses bukan semata-mata nama jurusannya, tetapi bagaimana ia menikmati proses belajar, mengembangkan kompetensi, dan memanfaatkan peluang yang ada.

Sayangnya, masih banyak calon mahasiswa yang memilih jurusan karena beberapa alasan berikut.

  • Ikut teman agar tetap satu circle.
  • Mengikuti tren yang sedang ramai di media sosial.
  • Mengejar nama besar kampus tanpa memahami isi jurusannya.
  • Takut dianggap “kurang keren” jika mengambil jurusan yang belum terlalu populer.
  • Belum mengenal potensi dan minat diri sendiri.

Akibatnya, tidak sedikit mahasiswa yang baru sadar setelah satu atau dua semester bahwa bidang yang dipelajari ternyata tidak sesuai ekspektasi. Kuliah terasa berat, semangat belajar menurun, bahkan ada yang akhirnya memutuskan pindah jurusan. Kalau sudah begini, waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan tentu menjadi lebih besar.

Coba Ubah Cara Berpikirnya

Daripada bertanya,

“Jurusan apa yang lagi ramai?”

lebih baik tanyakan,

“Ilmu apa yang akan tetap dibutuhkan lima sampai sepuluh tahun ke depan?”

Dunia kerja terus berubah. Transformasi digital, perkembangan teknologi finansial, ekonomi halal, industri kreatif, hingga bisnis global membuat kebutuhan terhadap lulusan yang memiliki kompetensi spesifik semakin tinggi. Artinya, kamu perlu memilih jurusan yang bukan hanya menarik hari ini, tetapi juga tetap relevan di masa depan.

Kalau Kamu Suka Dunia Hukum, Bisnis, dan Ekonomi, HES Bisa Jadi Pilihan Menarik

Masih banyak yang mengira Hukum Ekonomi Syariah (HES) hanya belajar fikih atau hukum Islam. Padahal, kenyataannya jauh lebih luas.

Di Program Studi Hukum Ekonomi Syariah IAI SEBI, kamu akan mempelajari bagaimana hukum diterapkan dalam aktivitas ekonomi modern yang terus berkembang.

Mulai dari transaksi bisnis, perbankan syariah, investasi, industri halal, fintech syariah, kontrak bisnis, penyelesaian sengketa ekonomi, hingga perkembangan ekonomi digital. Dengan kata lain, HES berada di titik temu antara hukum, ekonomi, bisnis, dan nilai-nilai syariah. Inilah yang membuat lulusannya memiliki perspektif yang unik dan semakin dibutuhkan di berbagai sektor.

Belajar Hal yang Dekat dengan Dunia Nyata

Kuliah di HES bukan hanya membaca kitab atau menghafal pasal. Mahasiswa juga diajak memahami berbagai fenomena yang sedang terjadi di masyarakat. Misalnya:

  • Bagaimana hukum mengatur transaksi di marketplace?
  • Apakah investasi digital sesuai prinsip syariah?
  • Bagaimana menyelesaikan sengketa bisnis tanpa harus ke pengadilan?
  • Mengapa industri halal terus berkembang?
  • Bagaimana memastikan sebuah produk atau lembaga menjalankan prinsip syariah?

Semua pertanyaan itu dibahas secara akademik sekaligus aplikatif. Jadi, apa yang dipelajari di kelas memiliki hubungan langsung dengan dunia kerja dan kebutuhan industri.

Peluang Kariernya Lebih Luas dari yang Kamu Bayangkan

Banyak orang masih mengira lulusan HES hanya bisa menjadi hakim agama. Faktanya, peluang kariernya jauh lebih beragam. Lulusan HES dapat berkarier sebagai:

  • Legal Officer pada perusahaan dan lembaga keuangan syariah.
  • Sharia Compliance Officer.
  • Auditor dan pendamping halal.
  • Mediator sengketa ekonomi syariah.
  • Konsultan bisnis syariah.
  • Staf regulator atau kementerian.
  • Peneliti dan akademisi.
  • Praktisi perbankan syariah.
  • Pengusaha berbasis syariah.
  • Konsultan hukum bisnis.

Seiring berkembangnya ekonomi syariah di Indonesia, kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memahami aspek hukum sekaligus bisnis juga semakin meningkat. Inilah mengapa kompetensi lulusan HES menjadi semakin relevan.

Kuliah Itu Investasi, Bukan Sekadar Ikut Tren

Empat tahun mungkin terdengar singkat. Namun selama itulah kamu akan belajar, bertemu banyak orang, membangun jaringan, mengikuti organisasi, magang, hingga mempersiapkan karier. Kalau jurusan yang dipilih sesuai dengan minatmu, proses itu akan terasa jauh lebih menyenangkan.

Sebaliknya, kalau sejak awal hanya karena ikut-ikutan, perjalanan kuliah bisa terasa sangat panjang. Karena itu, jangan biarkan algoritma media sosial menentukan masa depanmu.

Jangan juga memilih jurusan hanya karena ramai diperbincangkan. Pilihlah berdasarkan minat, potensi, dan peluang yang benar-benar ingin kamu bangun.

Saatnya Memilih dengan Lebih Bijak

Setiap orang punya jalan sukses yang berbeda.

Ada yang sukses menjadi programmer, dokter, guru, pebisnis, maupun ahli hukum ekonomi syariah. Tidak ada pilihan yang salah selama pilihan itu sesuai dengan tujuan hidupmu.

Kalau kamu ingin menjadi bagian dari generasi yang mampu memahami hukum, bisnis, keuangan, dan ekonomi syariah dalam satu kompetensi yang utuh, maka Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) IAI SEBI layak masuk daftar pilihanmu.

Karena masa depan tidak ditentukan oleh jurusan yang paling viral. Tetapi oleh jurusan yang membuatmu terus bertumbuh, memiliki kompetensi, dan siap menjawab tantangan zaman.

Jadi, sebelum memilih jurusan, jangan tanya “lagi ramai apa?” Tapi tanyakan, “aku ingin menjadi siapa di masa depan?”

Ayo daftar HES Segera!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *