• (0251) 8616655
  • prodi.hes@sebi.ac.id
  • Bojong sari, Depok, Jawa Barat
Dari HES IAI SEBI Menuju IIUM: Sebuah Perjalanan yang Dimulai dengan Keberanian

Dari HES IAI SEBI Menuju IIUM: Sebuah Perjalanan yang Dimulai dengan Keberanian

Merantau sejak usia 12 tahun membentuk Asy Syifa Azzahra menjadi pribadi yang berani menghadapi tantangan. Perjalanan itu membawanya menempuh studi Hukum Ekonomi Syariah di IAI SEBI, hingga kini melanjutkan pendidikan magister di International Islamic University Malaysia (IIUM), sambil aktif membangun jejaring internasional melalui berbagai organisasi dan kegiatan profesional.

Bagi sebagian orang, merantau adalah keputusan besar. Bagi Asy Syifa Azzahra, keberanian itu justru dimulai sejak usia 12 tahun. Meninggalkan kampung halamannya di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, untuk melanjutkan pendidikan di Jawa Barat menjadi titik awal perjalanan yang mengajarkannya tentang kemandirian, adaptasi, dan keberanian mencoba hal-hal baru.

Tidak semua proses berjalan mudah. Ada masa ketika ia meragukan kemampuannya sendiri dan merasa takut menghadapi kegagalan. Namun, dukungan keluarga serta lingkungan belajar yang positif perlahan membentuk keyakinan bahwa setiap tantangan adalah kesempatan untuk berkembang.

Keyakinan itulah yang kemudian mengantarkannya memilih Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) IAI SEBI melalui Beasiswa Tahfidz.

“Perjalanan saya di Prodi HES IAI SEBI bukan sekadar mengejar IPK atau menyelesaikan skripsi. Di sinilah saya belajar bahwa hukum ekonomi syariah tidak hanya hidup di buku, tetapi juga hadir dalam persoalan nyata di masyarakat.”

Belajar Hukum untuk Memahami Kehidupan

Bagi Syifa, memilih Hukum Ekonomi Syariah bukan sekadar memilih jurusan kuliah. Ia melihat hukum dan ekonomi sebagai dua disiplin yang selalu hadir dalam kehidupan sehari-hari—mulai dari transaksi jual beli, kerja sama bisnis, hingga penyelesaian sengketa.

Keinginannya sejak awal sederhana: memahami bagaimana prinsip-prinsip syariah benar-benar diterapkan dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya menguasai teori di ruang kelas.

Selama belajar di HES IAI SEBI, ia menemukan bahwa proses pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman terhadap regulasi atau fikih muamalah. Diskusi bersama dosen, analisis berbagai kasus, hingga pembiasaan berpikir kritis membentuk cara pandangnya terhadap hukum sebagai instrumen yang menghadirkan keadilan dan kemaslahatan.

“Menjadi mahasiswa hukum bukan hanya tentang mengetahui mana yang benar dan salah, tetapi juga tentang belajar bersikap adil, bertanggung jawab, dan menjaga amanah atas ilmu yang kita miliki.”

Kampus yang Membuka Banyak Kesempatan

Perjalanan Syifa di IAI SEBI tidak hanya berlangsung di ruang kuliah.

Ia aktif di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) SEBI, SATELIT, Literasi Psikologi Indonesia, menjadi fasilitator pelatihan public speaking, terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, hingga mengikuti beragam komunitas dan program pemberdayaan masyarakat.

Baginya, organisasi bukan sekadar tempat mengisi waktu luang, melainkan ruang belajar untuk memimpin, bekerja sama, membangun relasi, serta memahami persoalan masyarakat secara lebih dekat.

Pengalaman tersebut melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan adaptasi yang kemudian menjadi bekal penting ketika memasuki lingkungan internasional.

“Aku mencoba memanfaatkan masa menjadi mahasiswa bukan hanya untuk belajar di dalam kelas, tetapi juga mencari pengalaman di luar akademik. Dari berbagai proses itu, aku belajar menjadi pribadi yang lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan berani menghadapi tantangan.”

Lingkungan HES IAI SEBI yang mendorong mahasiswa aktif berkegiatan membuatnya menyadari bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga membangun karakter dan memperluas perspektif.

Dari Depok ke Kuala Lumpur

Perjalanan itu berlanjut ketika Syifa diterima sebagai mahasiswa magister Ahmad Ibrahim Kulliyyah of Laws (AIKOL), International Islamic University Malaysia (IIUM).

Berada di kampus yang dihuni mahasiswa dari berbagai negara menjadi pengalaman baru yang memperluas cara pandangnya terhadap hukum Islam dan dinamika masyarakat global.

Namun, proses adaptasi di lingkungan internasional terasa lebih ringan karena fondasi yang telah dibangun selama menjadi mahasiswa HES IAI SEBI.

Selain mengikuti perkuliahan, Syifa juga aktif sebagai anggota berbagai kepanitiaan di IIUM, seperti TEDx IIUM, Indonesian Day PPI IIUM, PGSS IIUM, dan FOTAR. Di luar kampus, ia juga menjalani berbagai aktivitas profesional sebagai freelance event organizer, content creator, travel buddy, dan part-time marketing.

Baginya, pengalaman-pengalaman tersebut bukan sekadar menambah portofolio, tetapi memperkaya kemampuan berkomunikasi, bekerja lintas budaya, dan membangun jejaring internasional.

“Berada di lingkungan internasional mengajarkan saya untuk kembali beradaptasi, memperluas perspektif, dan berani menghadapi tantangan yang berbeda. Dari setiap tempat yang saya singgahi, saya belajar satu hal: keberanian untuk mencoba adalah awal dari setiap perkembangan.”

Membawa Nilai Hukum ke Kehidupan Nyata

Di tengah berbagai aktivitasnya, Syifa tetap memegang prinsip yang ia pelajari selama kuliah di HES: hukum tidak cukup dipahami sebagai kumpulan aturan.

Nilai-nilai muamalah seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan amanah justru menjadi bekal yang paling sering ia gunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika belajar, bekerja, maupun berinteraksi dengan masyarakat.

Bagi Syifa, HES telah mengubah cara pandangnya terhadap hukum.

“HES bukan hanya tempat saya belajar hukum, tetapi tempat saya belajar memahami manusia melalui hukum. Perjalanan ini mengubah cara pandang saya, dari sekadar mencari siapa yang benar, menjadi mencari apa yang paling membawa keadilan dan kebermanfaatan.”

Bertumbuh, Bukan Sekadar Lulus

Perjalanan Syifa menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang tujuan akhir, melainkan tentang proses yang membentuk seseorang.

Dari seorang remaja yang merantau jauh dari keluarga hingga kini melanjutkan studi magister di IIUM dan berjejaring di lingkungan internasional, setiap langkah dibangun melalui keberanian untuk mencoba, kemauan untuk terus belajar, dan lingkungan yang mendorong pertumbuhan.

Pesan yang ia titipkan kepada calon mahasiswa pun sederhana.

“Kalau kalian memilih HES, jangan hanya datang untuk mendapatkan gelar, tetapi datanglah untuk bertumbuh. Nikmati setiap prosesnya, jangan kuliah hanya untuk mengejar IPK tinggi, tetapi gunakan masa ini untuk membangun karakter Islam dalam diri. Pada akhirnya, ilmu tanpa integritas tidak akan cukup untuk membawa manfaat.”

Perjalanan Syifa menjadi salah satu bukti bahwa pengalaman selama belajar di Program Studi Hukum Ekonomi Syariah IAI SEBI tidak berhenti ketika mahasiswa menyelesaikan studi. Fondasi akademik, pembentukan karakter, dan ruang untuk aktif berorganisasi menjadi bekal yang terus dibawa hingga ke jenjang pendidikan dan lingkungan profesional internasional. Bagi mereka yang memiliki mimpi untuk belajar, berkontribusi, dan membangun jejaring global, perjalanan itu dapat dimulai dari satu langkah sederhana—memilih tempat yang tepat untuk bertumbuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *