
Keluarlah, Lihatlah Keluar, dan Lihatlah dari Luar
Ada satu kecenderungan yang sering tidak kita sadari dalam kehidupan akademik: kita terlalu lama berada “di dalam”. Di dalam ruang kerja, di dalam rutinitas, di dalam sistem yang kita bangun sendiri. Kita sibuk dengan aktivitas, rapat, laporan, dan program. Semuanya berjalan. Semuanya tampak baik. Tetapi perlahan, tanpa terasa, kita mulai kehilangan perspektif.
Kita merasa sudah bergerak, padahal mungkin hanya berputar.
Kita merasa sudah berkembang, padahal mungkin hanya mengulang.
Inilah titik di mana refleksi menjadi penting—refleksi yang sederhana, tetapi sering terlupakan: keluarlah.
Keluarlah dari rutinitas yang membentuk kenyamanan semu. Keluarlah dari cara pandang yang terlalu lama kita gunakan. Keluarlah dari keyakinan bahwa apa yang kita lakukan sudah cukup. Karena dunia di luar sana tidak pernah berhenti bergerak.
Dalam konteks Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES), keluar bukan berarti meninggalkan identitas. Justru sebaliknya, keluar adalah cara untuk menguatkan identitas melalui pembandingan. Ketika kita melihat ke luar, kita belajar bahwa ada banyak pendekatan, banyak inovasi, banyak standar baru yang terus berkembang.
Perubahan bukan sesuatu yang akan datang. Perubahan adalah sesuatu yang sudah terjadi.
Industri keuangan syariah bergerak cepat. Regulasi berkembang. Teknologi mengubah cara orang bertransaksi. Dunia akademik pun tidak tinggal diam—metode pembelajaran berubah, standar penelitian meningkat, dan tuntutan kualitas semakin tinggi. Jika kita hanya melihat ke dalam, kita berisiko merasa cukup, padahal sebenarnya tertinggal.
Maka melihat keluar adalah keharusan, bukan pilihan.
Namun melihat keluar saja tidak cukup. Ada tahap yang lebih dalam dan lebih jujur: melihat dari luar.
Melihat dari luar berarti mencoba keluar dari diri kita sendiri—melihat Prodi HES bukan sebagai bagian dari kita, tetapi sebagai objek yang dinilai. Seolah-olah kita adalah orang lain: asesor, mitra, pengguna lulusan, atau bahkan masyarakat umum.
Dari sudut pandang itu, pertanyaan-pertanyaan mulai muncul dengan lebih jernih:
Apakah kurikulum kita benar-benar relevan?
Apakah lulusan kita benar-benar dibutuhkan?
Apakah riset kita benar-benar dibaca dan digunakan?
Apakah kehadiran kita benar-benar dirasakan oleh masyarakat?
Pertanyaan-pertanyaan ini mungkin terasa tidak nyaman. Tetapi justru di situlah letak kejujurannya. Karena sering kali, yang menghambat kemajuan bukanlah kekurangan, tetapi ketidakmauan untuk melihat diri sendiri secara objektif.
Sebagai Kaprodi, saya menyadari bahwa memimpin bukan hanya tentang mengarahkan ke dalam, tetapi juga membuka jendela ke luar. Membawa perspektif baru, membangun kesadaran kolektif bahwa dunia tidak menunggu kita. Bahwa standar keunggulan terus naik, dan kita harus berlari bukan untuk mengejar, tetapi untuk tetap relevan.
Keluarlah—agar kita tidak terjebak dalam zona nyaman.
Lihatlah keluar—agar kita memahami arah perubahan.
Dan lihatlah dari luar—agar kita jujur terhadap diri sendiri.
Dalam perjalanan menuju HES Unggul 2028, tiga hal ini bukan sekadar refleksi, tetapi strategi. Keunggulan tidak lahir dari isolasi. Ia lahir dari keterbukaan, dari pembelajaran, dan dari keberanian untuk berubah.
Kita tidak perlu menjadi yang paling sempurna. Tetapi kita harus menjadi yang paling sadar—sadar akan posisi kita, sadar akan kekuatan kita, dan sadar akan apa yang perlu diperbaiki.
Karena pada akhirnya, keunggulan bukan tentang bagaimana kita melihat diri kita sendiri, tetapi tentang bagaimana dunia melihat kita.
Dan jika kita ingin dilihat sebagai prodi yang unggul, maka kita harus berani melihat diri kita dengan cara yang sama seperti dunia melihat kita: objektif, jujur, dan tanpa kompromi.
Refleksi ini bukan ajakan untuk mengkritik tanpa arah, tetapi undangan untuk bertumbuh bersama. Untuk membuka ruang dialog, untuk menerima masukan, dan untuk terus memperbaiki diri.
HES Unggul 2028 bukan mimpi yang jauh. Ia adalah kemungkinan yang sangat nyata—selama kita mau keluar, mau melihat, dan mau berubah.
Penutup
Keluarlah dari kenyamanan.
Lihatlah dunia yang terus bergerak.
Dan lihatlah diri kita dari sudut pandang yang lebih jujur.Karena dari sanalah, perubahan yang sesungguhnya dimulai.
Menuju HES Unggul 2028.
