• (0251) 8616655
  • prodi.hes@sebi.ac.id
  • Bojong sari, Depok, Jawa Barat
LOGO WISUDA XXI 2026 INSTITUT SEBI RESMI DILUNCURKAN

LOGO WISUDA XXI 2026 INSTITUT SEBI RESMI DILUNCURKAN

Rumah Kita: Ruang Tumbuh untuk Berkarya dan Mengabdi

Depok, 6 Oktober 2026 — Institut SEBI resmi meluncurkan Logo Wisuda XXI Tahun 2026 sebagai penanda dimulainya rangkaian menuju momentum wisuda yang akan diselenggarakan pada 12 November 2026 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Tangerang Selatan. Wisuda XXI menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar Institut SEBI karena untuk pertama kalinya lulusan Program Magister (S2) akan turut dikukuhkan bersama para lulusan Program Sarjana (S1).

Mengusung tagline “Rumah Kita: Ruang Tumbuh untuk Berkarya dan Mengabdi,” Wisuda XXI 2026 menjadi perayaan atas perjalanan akademik para lulusan sekaligus refleksi atas peran SEBI sebagai ruang pendidikan yang mempertemukan ilmu, nilai, karya, dan pengabdian.

Bagi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Institut SEBI, momentum ini memiliki makna tersendiri. Wisuda bukan hanya seremoni penanda berakhirnya masa studi, tetapi menjadi titik transisi ketika mahasiswa yang selama ini tumbuh di lingkungan akademik HES mulai membawa ilmu dan kompetensinya ke ruang profesional dan pengabdian yang lebih luas.

Dari Rumah untuk Bertumbuh

Tagline “Rumah Kita” menggambarkan SEBI sebagai ruang bersama tempat mahasiswa bertumbuh. Bagi mahasiswa HES, rumah tersebut bukan sekadar gedung dan ruang kelas, melainkan lingkungan akademik tempat mereka belajar memahami hubungan antara hukum, ekonomi, dan syariah.

Selama menjalani pendidikan, mahasiswa HES berhadapan dengan beragam perspektif keilmuan: mulai dari fikih muamalah dan turats, maqashid al-syariah, hukum perdata dan hukum bisnis, hingga regulasi ekonomi dan keuangan syariah serta berbagai persoalan ekonomi kontemporer.

Proses tersebut membentuk karakter pendidikan HES yang tidak hanya mengajarkan mahasiswa untuk mengetahui hukum, tetapi juga menganalisis persoalan, membaca konteks, dan merumuskan solusi.

Karena persoalan ekonomi hari ini tidak berhenti pada pertanyaan mengenai halal dan haram. Di dalamnya terdapat persoalan akad, hak dan kewajiban, kepastian hukum, perlindungan konsumen, tata kelola, regulasi, risiko, keadilan, hingga kemaslahatan masyarakat. Di sanalah mahasiswa HES ditempa. dengan harapan mampu Memahami teks, membaca konteks, dan menghadirkan solusi.

Dari Turats hingga Ekonomi Kontemporer

Perjalanan akademik HES juga mempertemukan mahasiswa dengan warisan intelektual Islam dan perkembangan ekonomi modern.

Turats memberikan fondasi bagaimana para ulama membangun pemikiran hukum dan merespons persoalan muamalah pada zamannya. Sementara perkembangan ekonomi kontemporer menghadirkan persoalan baru yang menuntut kemampuan analisis hukum dan ekonomi secara lebih komprehensif.

Mahasiswa HES dipersiapkan untuk berada di antara keduanya: menghargai warisan keilmuan, memahami perubahan, dan mengembangkan jawaban atas persoalan baru. Dari akad klasik menuju kontrak bisnis modern. Dari fikih muamalah menuju regulasi industri keuangan. Dari maqashid al-syariah menuju persoalan fintech, ekonomi digital, industri halal, dan berbagai perkembangan ekonomi kontemporer.

Inilah salah satu ruang tumbuh yang dibangun melalui pendidikan HES.

Berkarya Setelah Wisuda

Karena itu, wisuda bukanlah garis akhir. Gelar akademik merupakan pintu masuk menuju ruang pengabdian yang lebih luas. Lulusan HES dapat mengambil peran sebagai praktisi hukum, legal officer, compliance, konsultan, praktisi industri keuangan syariah, akademisi, peneliti, regulator, pengusaha, maupun profesional di berbagai bidang yang membutuhkan kompetensi hukum ekonomi syariah.

Di mana pun mereka berkarya, identitas HES tetap dibawa. Identitas yang mengajarkan bahwa aktivitas ekonomi tidak hanya berbicara tentang keuntungan, tetapi juga tentang keadilan, kepastian hukum, etika, kemanfaatan, dan kemaslahatan.

Mengabdi dengan Ilmu

Kata “mengabdi” dalam tagline Wisuda XXI menjadi pengingat bahwa ilmu pada akhirnya harus memberikan manfaat. Bagi HES, kompetensi hukum ekonomi syariah tidak semestinya berhenti pada ruang akademik. Ilmu tersebut harus hadir dalam kehidupan masyarakat—membantu menghadirkan praktik bisnis yang lebih berkeadilan, memberikan kepastian hukum, memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, serta menjawab persoalan muamalah yang terus berkembang.

Maka, perjalanan mahasiswa HES dapat dirangkum dalam sebuah rangkaian: Belajar → Bertumbuh → Berkarya → Mengabdi.

Wisuda XXI: Sebuah Penanda Perjalanan

Peluncuran Logo Wisuda XXI 2026 menjadi penanda bahwa perjalanan menuju hari wisuda telah dimulai. Di balik toga dan prosesi pengukuhan nanti, terdapat perjalanan panjang setiap wisudawan. Ada ruang kelas, diskusi, penelitian, tugas, organisasi, praktik, karya ilmiah, tantangan, dan berbagai pengalaman yang membentuk mereka selama menjadi bagian dari keluarga besar Institut SEBI.

Tahun ini, perjalanan tersebut menjadi semakin istimewa dengan hadirnya lulusan S2 bersama lulusan S1 dalam Wisuda XXI Institut SEBI. Bagi keluarga besar HES, momen tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah sebuah perjalanan yang tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan kampus. Sebab, rumah adalah tempat seseorang tumbuh sebelum akhirnya melangkah lebih jauh.

Dan SEBI adalah salah satu rumah tempat para mahasiswa HES belajar untuk memahami hukum, membaca realitas ekonomi, menjaga nilai-nilai syariah, menghasilkan karya, dan mempersiapkan diri untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dari rumah ini mereka tumbuh.
Dari rumah ini mereka berkarya.
Dan dari rumah ini mereka melangkah untuk mengabdi.

Rumah Kita: Ruang Tumbuh untuk Berkarya dan Mengabdi.

Selamat menyambut Wisuda XXI Institut SEBI 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *